DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

Showing posts with label tuan guru. Show all posts
Showing posts with label tuan guru. Show all posts

Monday, September 14, 2015

TUAN GURU ANTARA IDEALITAS NORMATIF DENGAN REALITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT LOMBOK

Abstrak
Pergeseran paradigma dan penyebutan masyarakat tentang tuan guru di Lombok sering mengalami kerancuan dan tumpang tindih karena beberapa hal; status ketuanguruannya, keilmuan, sikap dan prilaku, serta antara orang  yang aktivitasnya murni mengajar masyarakat di pesantren, guru madrasah, da’i, dan orang yang aktivitasnya mengajarkan kitab-kitab keagamaan secara umum, bahkan karena faktor kepentingan politik, tuan guru di setiap pelosok bak jamur di musim hujan. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan epistimologi tuan guru dalam tataran normatif sekaligus memotret realitas sosial tentang fenomena penyebutan gelar tuan guru. Upaya ke arah tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis-fenomenalogis dengan analisa deskriptif-induktif. Dengan demikian temuan penelitian ini membuktikan bahwa tuan guru sebagai fungsionaris agama semestinya memiliki; integritas keilmuan mendalam, kesalehan individual dan sosial, ahli membaca kitab, memiliki lembaga pendidikan, pernah berhaji, adanya penerimaan sosial, memiliki komitmen tinggi terhadap masyarakat, memiliki kharisma khas yang membedakan dirinya dengan orang lain, serta berakhlak mulia.

TUAN GURU ANTARA IDEALITAS NORMATIF DENGAN REALITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT LOMBOK

Oleh: Fahrurrozi Dahlan *
 
Abstrak: Abstract: Tuan Guru: Normative Ideas and Social Realities In Sasaknese Society. Shifting paradigm and societal labeling towards tuan guru in Lombok have commonly led to ambiguity and overlap caused by varied contributing factors such as one’s status of tuan guru, one’s sole teaching activity in the pesantren, madrasah teachers, preachers, teaching religious books in general, and even political interest. There is, then, no wonder there are  lots of tuan gurus. Considering those, this research aims at decribing the epistemology of tuan guru in the normative ideas and mapping the social realities of tuan guru label at the societal level. The research employs sociological approach and phenomena analysed with inductive-descriptive analysis. Results show that tuan gurus as religious missionaries should command deep knowledge mastery, have individual  and social piety, be fluent in book reading, organize an education centre, have done the pilgrimage, be socially acceptable, be highly committed to societal issues, posses power and unique charm, and be well behaved.
Key words: normative, social realities, tuan guru, cateigories, reposition, typology, appropriateness.